5 Hal Unik Tentang Film Dewasa Jepang

Posted on
5 HAL UNIK TENTANG FILM DEWASA JEPANG

5 HAL UNIK TENTANG FILM DEWASA JEPANG

Rekan Berita – Industri film dewasa Jepang diperkirakan bernilai lebih dari 20 Miliar USD. Yang mungkin tidak akan mengagetkan Anda karena memang Jepang memproduksi film dewasa dua kali lipat lebih banyak dari Amerika.

Berdasarkan info dari pemain film dewasa senior di Jepang ada lebih dari 5.000 judul per tahun atau 14 film dewasa di rilis di Jepang setiap harinya. Yang lebih mengesankan adalah berapa banyak orang membayar untuk film tersebut.

5 HAL UNIK TENTANG FILM DEWASA JEPANG

Jepang menduduki peringkat kedua di dunia (dibawah Korea Selatan) bila menyangkut berapa banyak uang yang dikeluarkan penduduknya untuk hiburan dewasa ini. Dan secara tahunan para produser film dewasa mengapresiasi para penggemar film dewasa ini dengan Japan Adult Expo (JAE).

JAE sendiri merupakan festival film dewasa Jepang dimana studio film dewasa dari berbagai daerah di Jepang mempromosikan film terbaru mereka dan memberikan kesempatan para fans untuk lebih dekat dengan para pemain film dewasa tersebut. Dan dari festival tersebut ada beberapa hal menarik tentang dunia film dewasa yang ada di Jepang.

5 HAL UNIK TENTANG FILM DEWASA JEPANG

Beberapa Fans Mengkoleksi kartu Foto Bintang Porno

Pada festival ini ada beberapa orang pengoleksi kartu foto yang biasa disebut Cheki. Orang Jepang biasa mengambil kartu foto ini menggunakan kamera Fujifim instax yang bisa langsung berfungsi sebagai mini polaroid. Dan pada festival ini kartu-kartu foto ini bisa ditandatangani bahkan ditukar antara satu dengan lainnya.

Cheki
Kartu Cheki Jepang

Ada berbagai jenis kartu cheki yang bisa Anda dapatkan dalam festival ini. Ada banyak sekali penggemar kartu cheki ini dalam festival JAE dimana Anda juga bisa membeli set kartu cheki ini lengkap dengan tanda tangan dari para aktris yang ada di kartu dengan harga 500 Yen (sekitar 5 USD) untuk set cheki berisi 3 kartu.

Hal Modern Mengenai Film Porno Jepang Saat Ini Adalah Virtual Reality

Pada festival JAE ini ada beberapa rumah produksi yang menawarkan pengalaman VR dalam menonton film dewasa ini. Setiap yang ingin menikmati layanan ini harus mengantri dalam barisan dan setiap film yang diputar dalam layanan VR ini berdurasi kurang lebih 15 menit.

VR Jepang

Hal ini juga merupakan hal yang paling modern yang ada dalam indusri film porno yang ada di Jepang. Namun dari beberapa pendapat yang ada kemungkinan besar tipe film VR ini tidak akan bertahan lama dan akan mati dalam beberapa tahun mendatang.

Jepang Tidak Memiliki Aktor Porno Profesional

Sebuah survey membuktikan bahwa Jepang hanya memiliki 30 – 70 aktor film porno yang bekerja pada industri perfilman ini dengan penuh. Dengan penghasilan sekitar 1.000 Yen per film mungkin menjadi penyebab mengapa aktor film dewasa Jepang sangat sedikit.

Pada festival JAE sendiri juga Anda tidak akan bisa mendapatkan aktor film porno Jepang yang hadir. Hal ini dikarenakan memang pada festival ini para rumah produksi film porno Jepang lebih mempromosikan aktris film mereka.

Film Bertema “Geeks” Sangat Laris

Beberapa dari tempat paling sibuk pada festival JAE seperti Saikyo Zokusei dan GIGA merupakan rumah produksi yang paling terkenal dengan aneka film bertemakan GEEKS dimana para aktris mereka akan ‘beraksi’ dengna menggunakan kostum superhero, gaun, bahkan pahlawan fantasi.

Geeks Porn

Kedua rumah produksi ini mengakui bahwa film dengan tema seperti ini memang menjadi ‘umpan’ yang sangat baik untuk mendatangkan keuntungan. Dalam satu tahun kedua produsen film porno ini bisa mendapatkan keuntungan sekitar 157.000 USD dari film dengan tema ini.

Para Penikmat Film Porno Rela Membayar Untuk Bisa Lebih Dekat Dengan Idola

Setiap tempat yang ada dalam festival JAE ini menjual DVD, foto, T-shirt, dan aneka barang lainnya. Namun ada juga beberapa rumah produksi yang bertindak lebih dari itu. Lammtarra merupakan salah satu penyedia layanan lebih daripada apa yang sudah disebutkan diatas.

JAE Photobooth

Dengan merogoh kantong sejumlah 1.000 Yen maka para model dari rumah produksi film porno ini akan berpose dan berfoto bersama dengan para klien mereka. Mereka akan meniup telinga, mengelus kepala, sampai berpose konyol bersama dengan mereka yang sanggup membayar. Dan untuk beberapa penggemar pengalaman seperti ini merupakan impian yang menjadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *