November 15, 2018

Heboh Kasus Jual Online Gambar Hard Disk, Ini Aturan soal Iklan

Heboh Kasus Jual Online Gambar Hard Disk, Ini Aturan soal Iklan

Heboh Kasus Jual Online Gambar Hard Disk, Ini Aturan soal Iklan-Niat hati membeli hard disk seharga Rp 450 ribu tapi malah hanya mendapatkan ‘gambar’ hard disk. Jual-beli di Tokopedia itu membuat heboh dunia maya. Bagaimana aturan iklan sebetulnya?

4f25d317-59c2-40e5-9e71-e0f5ae99cc07_169.jpeg

Pengaturan iklan diatur ketat lewat UU Perlindungan Konsumen. Berikut ini bunyi Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 sebagaimana

Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar, dan/atau seolah-olah:

a. barang tersebut telah memenuhi dan/atau memiliki potongan harga, harga khusus, standar mutu tertentu, gaya atau mode tertentu, karakteristik tertentu, sejarah atau guna tertentu;

b. barang tersebut dalam keadaan baik dan/atau baru;

c. barang dan/atau jasa tersebut telah mendapatkan dan/atau memiliki sponsor, persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu, ciri-ciri kerja atau aksesori tertentu;

d. barang dan/atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang mempunyai sponsor, persetujuan atau afiliasi;

e. barang dan/atau jasa tersebut tersedia;

f. barang tersebut tidak mengandung cacat tersembunyi;

g. barang tersebut merupakan kelengkapan dari barang tertentu;

h. barang tersebut berasal dari daerah tertentu;

i. secara langsung atau tidak langsung merendahkan barang dan/atau jasa lain;

j. menggunakan kata-kata yang berlebihan, seperti aman, tidak berbahaya, tidak mengandung risiko atau efek sampingan tanpa keterangan yang lengkap;

k. menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti.

“Barang dan/atau jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diperdagangkan. Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran terhadap ayat (1) dilarang melanjutkan penawaran, promosi, dan pengiklanan barang dan/atau jasa tersebut,” demikian bunyi ayat 2 dan 3 Pasal 9.Heboh Kasus Jual Online Gambar Hard Disk, Ini Aturan soal Iklan

Lalu, bagaimana bila ada pelaku usaha menerbitkan iklan yang mengecoh konsumen?

“Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar,” demikian bunyi Pasal 62.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *